Berikut 6 Jenis Investasi yang Perlu Kamu Ketahui

Investasi merupakan salah satu kegiatan mengembangkan modal yang banyak dilakukan masyarakat di Indonesia dan seluruh dunia. Jenis-jenis investasi yang tersedia saat ini sangatlah beragam, baik itu investasi untuk kebutuhan jangka pendek maupun jangka panjang. Lalu, apa sajakah itu? Yuk, simak penjelasan lengkap investasi 100 ribu di bawah ini.

Jenis-Jenis Investasi

1. Reksa Dana

Sebagian besar investor pemula memiliki pengetahuan dasar investasi yang sangat terbatas. Sebagai solusi, reksa dana merupakan salah satu instrumen investasi yang bisa digunakan, bahkan untuk orang awam sekalipun. Sebab, pengelolaan investasi reksa dana akan dilakukan oleh Manajer Investasi (MI).

2. Saham

Berbeda dengan reksa dana yang dikelola oleh MI, Anda perlu mempelajari dan mengelola portofolio saham Anda sendiri dengan leluasa. Terhitung sejak 1998 sampai akhir 2019, harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), diukur menggunakan IHSG, telah mengalami peningkatan sebesar 14 kali lipat atau 1.400%.

3. Emas

Emas adalah investasi mulai 100 ribu yang tak lekang oleh waktu! Secara garis besar, harga emas di pasaran cukup stabil, dan bahkan terus menunjukkan tanda-tanda peningkatan, serta sering menjadi safe haven tatkala krisis ekonomi terjadi. Dalam jangka pendek, emas cukup cocok untuk dijadikan sebagai instrumen investasi mengingat risikonya yang rendah. Sementara dalam jangka panjang, emas bisa menjadi media ‘pengembang dana’ yang produktif.

4. Obligasi

Pada dasarnya, obligasi merupakan surat utang yang diterbitkan oleh suatu instansi tertentu, entah itu perusahaan swasta maupun pemerintah. Sebagaimana namanya, dalam investasi ini investor bakal menerima bunga berikut pengembalian pokok hutang ketika jatuh tempo.

Salah satu contoh obligasi yang banyak dipilih investor pemula adalah Surat Berharga Negara (SBN) Ritel. Adapun jenis surat berharga yang ditawarkan adalah Obligasi Negara Ritel (ORI) dan Savings Bond Ritel (SBR). Bagi investor berpreferensi syariah juga bisa berinvestasi Sukuk Ritel (SR) serta Sukuk Tabungan (ST).

5. Properti

Sama halnya seperti emas, properti merupakan salah satu instrumen investasi yang terus mengalami peningkatan nilai setiap tahunnya. Investasi properti dilakukan dengan harapan 2 sumber profit, yaitu:

Kenaikan harga properti: Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, akibat peningkatan populasi penduduk, terutama di kota besar, yang tidak dibarengi dengan peningkatan kapasitas lahan menjadikan harga properti terus mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Kenaikan harga properti inilah yang menjadi hasil laba yang diharapkan oleh tiap-tiap investor.

Hasil sewa properti: Selain memperoleh manfaat dari mengurangkan harga jual dengan harga beli properti, investor bisa mendapatkan profit dari hasil sewa properti tersebut.

6. Forex

Forex bisa menjadi alternatif lain bagi Anda yang sedang memilih satu jenis investasi. Forex sendiri diartikan sebagai nilai tukar antara satu mata uang dengan mata uang lainnya, alias foreign exchange. Namun perlu dicatat, nilai forex terus mengalami perubahan setiap waktunya, bergantung pada dinamika jual-beli yang terjadi di pasar. Oleh karena itu, forex disebut sebagai instrumen investasi dengan risiko tinggi.

Selain instrumen di atas, Anda juga bisa menambahkan pendanaan di fintech crowdfunding Indonesia atau peer-to-peer lending (P2P lending) ke dalam portofolio Anda. Salah satunya adalah Amartha, pionir fintech lending yang sudah mendukung UKM Tanah Air selama kurang lebih 6 tahun lamanya. Tentunya, dengan kebebasan memilih tingkat imbal hasil dan tenor pinjaman, sesuai dengan preferensi risiko Anda. Risikonya pun terukur karena setiap pinjaman sudah melewati proses analisis dan verifikasi berdasarkan sistem kredit skor yang andal.

Pada akhirnya, Anda bisa memilih instrumen sesuai dengan preferensi Anda. Selama dilakukan secara berhati-hati dan cermat, kami harap Anda bisa menuai keuntungan yang sesuai dengan harapan Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *